PAGES

In:

Tugas ICT (lagi)

Ini tugas terbaru dari Bu Dina. .

In:

Tugas ICT




ini semua gara gara MATI LISTRIK waktu pengerjaan tugas ICT ini.  Sawaktu detik detik sebelum penilaian, mendadak listriknya mati, jadi apa yang sudah kami kerjakan terpaksa hilang sia sia. huuuht jadinya sekarang tugas kami dialihkan melalui blog, hehe

In:

RET REAT bersama PPKr'10

hahaha membuka album foto lagi ngeliat foto bersama PPKr SMA NEGERI 8 TANGERANG. Kami ret reat  sudah setahun yang lalu tepatnya bulan Oktober. Bertempat di daerah Puncak, di Villa 17 kami menginap selama 3 hari 2 malam. Dan disana kami banyak melalukan hal yang menarik dan saling mempererat pertemanan kami. Meskipun tahun ini PPKr belum bisa mengadakan ret reat tapi pasti tahun depan akan kami maksimalkan. hehehe sekian.


Dan ini beberapa foto kami saat ret reat :


ada kucing lucu di Villa, hoho






dan ini teman sekelompok ku saat d sana :D

In:

MANFAAT INTERNET BAGI PELAJAR


Manfaat Internet sangat beraneka ragam bagi kalangan pelajar, pendidikan dll. Manfaat Intenet Ada dampak postif internet dan ada pula dampak negatif internet akan tetapi dijaman sekarang internet sangat di perlukan karena melalui internet kita sangat mudah mengakses info terbaru semisal kata kata mutiaraatau kata kata bijak tentang kehidupan. melalui internet juga bisa download apa aja misal download smadav 8.6, downloadmozilla firefox 5, download opera mini 6. melalui internet juga bisa melihat contoh proposalcontoh makalahcontoh cv dan lain lainnya. 

Tahukah sobat manfaat internetdampak positif internet dan dampak negatif internet tergantung pada penggunanya. Internet sangat memberikan pengaruh besar tapi internet juga suatu media informasi yang tidak di batasi sangat mencari informasi. Sekarang pelajar mengakses internet bukan hal yang sulit akan tetapi para orang tua harus waspada dan memperhatikan anaknya saat mengakses internet

Dampak positif internet bagi pelajar:
·    Membuat pelajar terbiasa main komputer dan mencari informasi
·    Sebagai bahan tambahan pelajaran yang belum di terangkan di sekolah
·     Memperluas wawasan informasi lokal maupun global
·      Sarana Komunikasi 

Dampak negatif internet bagi pelajar:
·         Pornografi
·         Kecanduan Game Online
·         Kecanduan jejaring sosial
·         Perjudian online
·         Penipuan online

Semua tentang manfaat internet,dampak postif internet dan dampak negatif internet tegantung penggunanya. Maka dari itu itu kita harus bijak menggunakan internet di arah postif. Semoga bermanfaat artikel tentang manfaat internet bagi pelajar 

In:

PERKEMBANGAN INTERNET DI INDONESIA DAN DI DUNIA

Saat ini, internet sudah menjadi kebutuhan bagi masyrakat pada umumnya karena dengan internet, mereka bisa mengakses dan menemukan segala informasi di seluruh dunia dengan cepat dan mudah. Kebutuhan internet yang sangat penting sehingga peningkatan jumlah pemakai internet setiap tahun yang selalu meningkat di seluruh dunia. Populasi pengguna internet di dunia pada akhi tahun 2008 telah melewati angka 1 milyar pengguna. Perkembangan internet yang begitu cepat membuat angka populasi pengguna internet di dunia meningkat dengan tajam. Negara dengan jumlah penduduk yang besar seperti Cina dan India ikut ambil andil dalam kenaikan populasi pengguna internet di dunia. Namun demikian, populasi pengguna internet di dunia hanya mencapai 15 sampai 22 persen dari total penduduk dunia yang jumlahnya sekitar 6,75 milyar penduduk.
Berikut adalah data pengguna internet terbanyak di dunia dibagi berdasarkan negara dan wilayahnya:
A.Tujuh negara dengan populasi pengguna internet terbanyak:1.Cina : 179.7 juta
2.Amerika Serikat : 163.3 juta
3.Jepang : 60.0 juta
4.Jerman : 37.0 juta
5.Inggris Raya : 36.7 juta
6.Perancis : 34.0 juta
7.India : 32.1 juta
B.Wilayah/benua dengan populasi internet terbanyak:Asia Pasifik : 416 juta (41.3%)
Eropa : 283 juta (28.0%)
Amerika Utara : 185 juta (18.4%)
Amerika Latin : 75 juta (7.4%)
Timur Tengah dan Afrika : 49 juta (4.8%)
Angka 1 miliar pengguna internet merupakan angka yang cukup menajubkan. Melihat angka yang besar ini bisa dijadikan sebgai momentum untuk bersatunya komunitas pengguna internet di seluruh dunia. Dan yang perlu diingat, angka ini masih bisa bertambah seiring dengan kemajuan teknologi yang diharapkan dapat mengurangi biaya-biaya operasional dalam internet. Dengan demikian, tidak hanya negara maju saja yang dapat memanfaatkan internet secara maksikanl, tetapi juga Negara-negara yang masih berkembang dan sedang berkembang. Salah satu sumber di internet juga menyebutkan bahwa usia rata-rata pengguna internet adalah pengguna dengan usia 15 tahun ke atas dengan penggunan terbanyak pada komputer pribadi (PC = Personal Computer) dan komputer perusahaan.
Sedangkan di Indonesia sendiri, pengguna internet ternyata cukup sedikit. Berbeda jauh dengan pengguna telepon selular. Hal ini disebutkan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika, Mohammad Nuh. Dari jumlah penduduk Indonesia sekarang ini, pengguna internet hanya sekitar 14,4 juta pengguna atau hanya sekitar 6% dari jumlah populasi penduduk Indonesia. Pengguna internet jauh tertinggal daripada pengguna telepon selular sebesar 60 juta orang dari total penduduk Indonesia. Oleh karena itu, tidak mengherankan bila Indonesia tidak masuk dalam daftar pengguna internet terbanyak sekalipun jumlah penduduk Indonesia cukup besar.
Untuk bisa meningkatkan jumlah pemakai internet di Indonesia, masih diperlukan kerja keras dan usaha yang ulet untuk mencapainya. Namun, seiring dengan meningkatnya kebutuhan akan informasi, kebutuhan akan internet juga akan meningkat, sehingga mempermudah usaha pertumbuhan internet di Indonesia. Usaha ini juga diperkuat dengan bantuan pemerintah lewat pengembangan kabel serat optik Indonesia Timur sepanjang 10.000 kilometer. Seperti yang diberitakan oleh Tempo, total investasi ini mencapai Rp 4 triliun. Sedangkan wilayah Indonesia Barat usaha pengembangan terfokus pada pengintegrasian beberapa wilayah. Hal ini dikarenakan wilayah Indonesia Barat sudah cukup terdapat kabel serat optic, namun masih belum tertintegrasi. Dengan investasi kabel serat optic ini, diharapkan dapat menyatukan atau mengintegrasikan Indonesia Barat dan Timur pada tahun 2009.

In:

Sejarah Internet


Pada tahun 1957 Dephan AS (DoD = Departement of Defense) membentuk ARPA (Advanced Research Projects Agency) sebagai tanggapan terhadap peluncuran Sputnik-nya Uni Sovyet. ARPA bertugas meningkatkan kemampuan teknologi yang dapat dimanfaatkan oleh militer. ARPA menjalankan tugasnya dengan memberikan bantuan dan melakukan kontrak kerja dengan universitas-universitas dan perusahaan-perusahaan yang memiliki ide yang dianggap menjanjikan bagi operasinya.

Pada pertengahan tahun 1960-an, saat puncak Perang Dingin, DoD ingin memiliki komando dan pengendalian jaringan yang dapat mempertahankan diri bila terjadi perang nuklir. Untuk mengatasi masalah ini DoD mengubah arah risetnya, ARPA. Bekerjasama dengan beberapa universitas, ARPA memutuskan bahwa jaringan yang diperlukan DoD adalah berbentuk packet-switching yang terdiri dari sebuah subnet dan komputer-komputer host. Pada Desember 1968, ARPA memberikan kontraknya kepada BBN, sebuah biro konsultan di Cambridge, Massachusetts untuk membangun jaringan tersebut dan membuat software-software pendukung.

Walaupun masih terdapat kekurangan pada masalah software, pada Desember 1969 berhasil diluncurkan sebuah jaringan eksperimen yang menghubungkan empat buah simpul yaitu UCLA, UCSB, SRI dan Utah University. Jaringan ARPANET ini segera berkembang dengan pesat meliputi seluruh wilayah AS dalam tiga tahun pertamanya. Sebagai tambahan dalam membantu pertumbuhan ARPANET yang masih prematur ini, ARPA juga membiayai penelitian jaringan satelit dan jaringan radio paket yang mobile.
Pengamatan ini mendorong semakin banyaknya penelitian tentang protokol, yang berpuncak pada penemuan model dan protokol TCP/IP. TCP/IP secara spesifik dirancang untuk menangani komunikasi melalui internetwork, sesuatu yang menjadi semakin penting dengan semakin banyaknya jaringan dan LAN yang dihubungkan ke ARPANET. Untuk mendorong pemakaian protokol-protokol baru tersebut, ARPA mengadakan beberapa kontrak dengan BBN dan Universitas California di Berkeley untuk mengintegrasikan protokol-protokol tersebut ke dalam Berkeley UNIX.

Pada tahun 1983, ARPANET memiliki jaringan yang besar dan sudah dapat dianggap stabil dan sukses. Selama tahun 1980-an, jaringan-jaringan tambahan, khususnya LAN, makin banyak yang dihubungkan ke ARPANET. Sejalan dengan bertambah luasnya jaringan, host-pun semakin mahal. Karena itu DNS (Domain Naming System) dibentuk untuk mengorganisasi mesin ke dalam domain-domain tertentu dan memetakan nama-nama host ke dalam alamat-alamat IP.

Pada tahun 1990, ARPANET telah tersusun oleh jaringan-jaringan yang baru, yang sebenarnya dilahirkan sendiri oleh ARPANET. Setelah itu ARPANET menghentikan operasinya dan dibongkar. Sampai saat ini, MILNET masih tetap beroperasi.

Pada tahun 1984 NSF mulai merancang jaringan backbone berkecepatan tinggi yang akan menghubungkan keenam pusat superkomputernya di San Diego, Boulder, Champaign, Pittsburgh, Ithaca dan Princeton. Jaringan ini diproyeksikan sebagai pengganti ARPANET dan akan dibuka untuk seluruh kelompok-kelompok riset universitas, laboratorium riset, perpustakaan dan musium untuk mengakses keenam superkomputernya itu dan berkomunikasi satu dengan lainnya. Jaringan ini juga terhubung dengan ARPANET. Selanjutnya NSF dengan segera membuat rencana jaringan penerusnya dan memberikan kontrak kepada konsorsium Michigan-based MERIT untuk melaksanakan rencana tersebut. Jaringan ini pun akhirnya kewalahan sehingga pada tahun 1990 jaringan ini segera ditingkatkan kemampuannya.

Pada tahun 1995, backbone NSFNET tidak diperlukan lagi untuk menginterkoneksikan jaringan-jaringan regional NSF. Untuk mempermudah dan meyakinkan bahwa setiap jaringan regional dapat berkomunikasi dengan jaringan regional lainnya, NSF memberikan kontrak kerja kepada empat operator jaringan untuk membuat NAP (Network Access Point). Operator-operator tersebut adalah PacBell (San Francisco), Ameritech (Chicago), MFS (Washington D.C.) dan Sprint (New York City). Setiap operator jaringan yang ingin menyediakan layanan backbone kepada jaringan-jaringan regional NSF harus menghubungkan semua NAP tersebut. Selain NAP-NAP NSF, juga telah dibuat bermacam-macam NAP pemerintah (misalnya, FIX-E, FIX-W, MAE-East dan MAE-West) dan NAP-NAP komersial (misalnya CIX).

Setelah TCP/IP dinyatakan sebagai satu-satunya protokol resmi pada 1 januari 1983, jumlah jaringan, mesin dan pengguna yang terhubung ke ARPANET bertambah dengan pesatnya. Pada saat NSFNET dan ARPANET saling dihubungkan, pertumbuhannya menjadi eksponensial. Banyak jaringan regional yang bergabung dan hubungan-hubungan dibuat untuk membangun jaringan di Kanada, Eropa dan Pasifik.
Pada pertengahan tahun 1980-an, orang mulai memandang kumpulan jaringan. Pertumbuhan terus berlanjut secara eksponensial, dan pada tahun 1990 Internet telah tumbuh menjadi 3000 jaringan dan 200.000 komputer. Pada tahun 1992, host kesatu-juta telah terhubung ke jaringan. Pada tahun 1995, terdapat banyak backbone, ratusan jaringan tingkat menengah (regional), puluhan ribu LAN, jutaan host dan puluhan juta pengguna.

Sampai awal tahun 1990-an, Internet banyak dipakai oleh para akademisi, pemerintah dan para peneliti industri. Sebuah aplikasi baru, WWW (World Wide Web) mengubah wajah Internet dan membantu jutaan pengguna baru, nonakademisi ke jaringan. Aplikasi ini, ditemukan oleh fisikawan CERN Tim Berners-Lee, tanpa mengubah fasilitas-fasilitas yang telah ada namun membuatnya menjadi lebih mudah digunakan. Bersama-sama dengan Mosaic viewer, yang dibuat oleh NCSA (National Center for Supercomputer Applications), WWW memungkinkan sebuah situs (site) untuk menyusun sejumlah halaman informasi yang berisi teks, gambar, suara dan bahkan video, dengan meletakkan link ke halaman-halaman lainnya. Dengan meng-klik sebuah link, pengguna akan segera dibawa ke halaman yang ditunjukkan oleh link tersebut.
Dalam setahun setelah Mosaic diluncurkan, jumlah server WWW berkembang dari 100 menjadi 7000. Pertumbuhan yang cepat ini terus berlangsung dengan pesat sampai sekarang.

In:

Tugas kelompok ICT

Hahaha gara - gara di post ama vera, jd pengen gw post lagi juga nih *itung itung promosi* . Jadi ini adalah tugas kelompok ICT pertama kami dikelas XI SMA NEGERI 8 TANGERANG. Kelompok kami menjelaskan tentang sejarah TWITTER. Dan dengan kerja keras sampe pulang sore juga, akhirnya jadi juga (∫˘▽˘)∫  hahaha 




Ini adalah hasil kerja keras kami 


Dan ini foto anggota kelompok 
atas : anna, fida, vera, saya
bawah : putri, laras, nadira